Belum sempat diedarkan, ganja kering dengan berat hampir satu kilogram keburu disita Polda Kalsel. Tersangkanya berinisial HD, pemuda 30 tahun asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ditangkap Sabtu (28/5). Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bandara Soekarno Hatta ke ekspedisi, bahwa ada pemesan asal Kalsel.

“Awalnya terdeteksi di X-ray bandara,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi melalui Kasubdit 1, AKBP Meilki Bharata (2/6). “Di sana sudah dicek dan dipastikan itu ganja. Dikirim ke Amuntai atas nama pelaku,” tambah Melki.

Begitu paket ganja ini tiba di Bandara Syamsuddin Noor, petugas kembali memastikannya. “Setelah control delivery, paket dikirim ke Amuntai untuk menciduk pelaku,” paparnya. HD terbilang nekat. Pasalnya dia memesan ganja melalui udara. Padahal keamanan bandara sangat ketat. Menurut pengakuan pelaku, dia memesan melalui media sosial dari seseorang di Jakarta. Coba mengelabui petugas, ganja disamarkan dengan tambakau gayo.

“Sudah kami selidiki, tapi media sosialnya dibuat fiktif dan terkunci,” terang Melki. Dari pengakuan pelaku, barang haram ini akan kembali diedarkannya. “Pelaku bekas mahasiswa di Kaltim yang kembali ke Amuntai. Di sana dia diduga juga mengedar,” tambahnya.

Diakuinya, jarang sekali ada penangkapan ganja dalam jumlah besar. Sebab, selain keuntungannya tidak besar, pemakainya juga kalah banyak dari sabu. “Di sini memang lebih banyak tangkapan sabu dan obat penenang,” sebutnya. Pelaku dijerat dua pasal sekaligus, tak hanya sebagai pemakai, juga sebagai pengedar. Pasalnya petugas juga menemukan barang bukti berupa dua lembar pembungkus ganja dari tangan pelaku. “Sebelum dikirim dari Jakarta, ganja ini berasal dari Aceh,” bebernya menirukan pengakuan pelaku.

Dua pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya minimal empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara. (mof/gr/fud)