Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti mahalnya biaya yang mesti dikeluarkan warga, ketika hendak memasuki kawasan wisata di Kalsel.

Persoalan itu mencuat ketika Bang Sandi, sapaan akrab Sandiaga Salahuddin Uno, berbincang dengan sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Restoran Terapung di Jalan RE Martadinata Banjarmasin, Kamis (2/6).

Dalam bincang yang digelar malam hari itu, Rizkia mengeluhkan mahalnya biaya yang dikeluarkan bila ingin menikmati objek wisata. Dia juga menyampaikan sulitnya akses menuju destinasi. 

“Apakah ada strategi dari pak menteri, untuk mengangkat pariwisata di kalsel yang tergolong belum mudah ini?,” ucapnya.

Sebelum menjawab, Sandi terlebih dulu mempersilakan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Syarifuddin untuk menjawab keluhan Rizkia.

Syarifuddin menjelaskan, besarnya ongkos yang dikeluarkan oleh wisatawan untuk masuk ke lokasi wisata, lantaran adanya wahana yang dibangun oleh investor.

“Wahana yang dibangun di tempat wisata itu cukup banyak, dan itu hanya destinasi wisata buatan. Tetapi untuk wisata alam, itu tidak terlalu mahal tiket masuknya,” tururnya.

Mahalnya ongkos yang harus dibayar wisatawan untuk masuk ke area, menurutnya, adalah wajar. Mendengar tanggapan dari sang kepala dinas, Bang Sandi langsung angkat bicara. Ia berpandangan, harga tiket masuk ke tempat wisata mestinya jangan sampai membebani masyarakat.

Apalagi bila melihat perekonomian yang masih dalam kondisi masa transisi di tengah Pandemi Covid-19. “Sekarang harga komoditas naik. Kalsel mestinya bisa tambah duit dari sektor pariwisata, tapi pemerintah juga semestinya berpihak kepada rakyat,” sergahnya.

Bang Sandi mengaku sudah berbincang dengan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Ia menyarankan tempat wisata yang mahal itu diberikan insentif atau subsidi. “Agar ada solusi. Sehingga tidak memberatkan wisatawan dan tidak merugikan pengelola,” urainya.

Bukan tanpa alasan mengapa hal itu dikemukakan. Apa yang dikeluhkan warga terkait mahalnya biaya masuk objek wisata adalah sebuah ironi. Mengingat potensi pendapatan daerah Kalsel cukup besar. Terutama dari sektor pertambangan.

“Saya baru berkunjung dari Belitung di Kepulauan Bangka Belitung. Daerahnya banyak pertambangan timah. Di sana, jalan dan tempat-tempat wisata semuanya bagus. Mestinya, Kalsel ini bisa menghadirkan hal yang sama,” tekannya.

Apa yang dikeluhkan masyarakat itu, tambah Bang Sandi, tentunya menjadi masukan yang harus ditindaklanjuti pemerintah.

Sandiaga Naik Speedboad Polairud

Dukungan penuh diberikan Polresta Banjarmasin menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (3/6).

Tak hanya pengamanan, aparat juga menyiapkan speedboat milik Salpoairud Polresta Banjarmasin untuk membawa Sandiaga menuju kawasan wisata Kubah Basirih. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi kunjunganya ke Banua, melalui jalur sungai Martapura.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito mengatakan, pihaknya hadir dan bersinergi bersama TNI dan Pemko untuk memberikan pelayanan agar agenda ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” ucapnya.

Menurut Sabana, pihaknya prediktif saja dan responsibilitas di setiap kegiatan, termasuk memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.(war/lan)