Balai Kota Banjarmasin digoyang isu tak sedap. Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) diduga tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Sayangnya, informasi tentang siapa oknum ASN itu masih tertutup. Kendati demikian, kasus itu sendiri sudah diketahui Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Saya konfirmasi ke Polresta Banjarmasin, memang masih dalam penanganan. Kalau tidak salah, dari hasil pengembangan kasus,” ucapnya, Selasa (7/6) pagi. Lantas, bagaimana status kepegawaian yang bersangkutan apabila nanti terbukti? Ibnu menyebut, semua ada mekanismenya. Sesuai ketentuan pegawai.

“Ada aturan tentang disiplin ASN, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010,” cetusnya. Selain merujuk aturan tersebut, juga ada Majelis Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai (MPPHDP). Majelis ini yang memberikan pertimbangan kepada kepala daerah untuk menjatuhkan sanksi kepada ASN. 

Kalau pun ada persoalan, tambah diam disampaikan. Jangan justru mendekati narkoba. Itu tidak menyelesaikan masalah.
Radar Banjarmasin mengonfirmasi adanya kasus dugaan ASN yang tersandung narkoba itu ke Polresta Banjarmasin. Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, Kasat Resnarkoba Kompol Mars Suryo Kartiko tak kunjung memberikan tanggapan.


Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin M Yamin angkat bicara terkait dugaan oknum ASN tersandung narkoba. Menurutnya, ASN semestinya menjadi contoh baik bagi masyarakat. Ia meminta, bila terbukti bersalah, harus ditindak tegas. “Copot status ASN-nya. Realistis saja, ASN pengguna narkoba itu tak bisa ditoleransi. Karena sangat merusak generasi mendatang,” tekannya. (war)