Umur pedestrian Sekumpul di Martapura belum setengah tahun, tapi sudah koyak dan rusak. Mutu proyek dicap jelek. Sampai disorot Komisi V DPR.

BANJARMASIN – Mantan Anggota DPRD Kalsel, Anang Rosadi menyebut proyek pedestrian di kawasan Sekumpul, Kabupaten Banjar dikerjakan secara asal-asalan.

“Ini umurnya baru beberapa bulan,” ujarnya sambil membuka ubin trotoar dengan mudahnya. Menurutnya, tak ada semen untuk merekatkan batu dan tanah di bawahnya. “Hanya ditaruh biasa,” tambahnya. Anang juga mengupas jalur penyandang disabilitas dengan mudahnya. “Ini ditempel pakai lem,” lanjutnya. “Pak Jokowi harus tahu. Hal-hal seperti ini harus sampai ke presiden,” pungkasnya. 

Video tersebut sontak menjadi bahan perbincangan di jagat media sosial. Ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Anang menyebut proyek itu sejak awal tidak beres. Dia mengaku masih menahan diri, karena pekerjaan proyek itu sebenarnya belum tuntas. “Silakan ditata sesuai kaidah konstruksi dan kemampuan anggaran,” pesannya.

Ini baru segmen pertama, ditarget rampung 2023 nanti. Dikerjakan dari perempatan Sekumpul sampai jembatan irigasi. Nilai proyeknya Rp30,5 miliar, bersumber dari APBN. Digarap PT Cahaya Sriwijaya Abadi asal Palembang. Lalu, ada Rp1,19 miliar untuk konsultan pengawas yang dimenangkan PT Tema Karya Mandiri asal Palangka Raya. Rupanya, bukan hanya netizen, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaifullah Tamliha juga menyorotnya.

Pekan depan, dia berjanji akan datang ke Martapura untuk mengawasi proyek ini. “Kami akan segera mengecek kondisi di kawasan Sekumpul,” janjinya. Selain menginspeksi proyek penataan kawasan wisata religi Sekumpul, politikus asal Amuntai itu juga hendak mengecek proyek jalan akses Bandara Syamsudin Noor yang belum bisa dimulai.

Jika mutu proyek di Sekumpul tidak sesuai dengan kontraknya, Tamliha berjanji akan meminta Inspektorat Kementerian PUPR untuk menggelar audit. “Walaupun kami masih berharap proyek tersebut tidak bermasalah,” ujar kader PPP itu. Diingatkannya, proyek ini dikerjakan dengan uang dari pinjaman luar negeri. “Ini merupakan utang negara. Jadi harus dipantau serius. Selain itu juga demi menjaga marwah Abah Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani),” pungkasnya. (mof/gr/fud)