Tata kelola Pasar Keramat Barabai masih semrawut. Contohnya lahan parkir yang disulap jadi lapak oleh pedagang ikan. Mereka enggan menempati lapak yang disediakan karena kumuh. “Bahkan bangunannya rapuh. Sejak terdampak banjir tahun lalu, belum ada upaya serius pemerintah untuk memperbaiki,” keluh Nurhadi, pedagang ikan di Pasar Keramat (7/6).

Mereka mengaku sudah nyaman berjualan di tempat parkir. Ada puluhan pedagang ikan yang membuka lapak di sana. Alasannya tempat ini ramai, dan banyak orang yang lewat. Lebih baik jika dibandingkan berjualan di los ikan yang berada di dalam area pasar. “Lebih aman, tidak merasa waswas. Sedangkan di los ikan cukup membuat khawatir (rapuh, Red),” ungkapnya.

Nurhadi menceritakan dulu sebelum banjir, los ikan ramai diisi pedagang ayam potong, ikan laut, ikan sungai, dan seafood. Pascabanjir keadaan los sangat kumuh. Akhirnya pedagang pindah lokasi. “Ada yang menyewa lapak di Pasar Agrobisnis, dan ada juga memilih berjualan di badan jalan dan tempat parkir,” bebernya.

Faktanya para pedagang itu tahu jika perbuatan mereka melanggar. Pemerintah daerah sudah memasang spanduk larangan untuk berjualan di bawah kanopi tempat parkir.

Bagi Dinas Perdagangan HST, persoalan pedagang ikan basah yang menempati lahan parkir sudah menjadi isu lama. Namun, sampai sekarang tidak ada solusi. “Ini memang masih jadi pekerjaan rumah bagi kami,” kata Kabid Perdagangan, Johansyah. Ditanya soal solusi, pihaknya masih membuat konsep. “Penyelesaiannya akan melibatkan semua pemangku kepentingan,” bebernya.(mal/az/dye)