Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mengamankan terlapor kasus arisan bodong, Senin (13/6) pagi. Bandar arisan itu berinisal MR (26) bersama suaminya IH (30,) warga Desa Benawa Tengah Kecamatan Barabai. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. “Pasal yang bisa disangkakan adalah penggelapan dan atau penipuan, pasal 378 dan 372 KUHP,” kata KBO Satreskrim Polres HST Ipda Suradi. 

Kerugian yang diderita para korban ditaksir mencapai Rp369 juta. “Sementara korbannya baru 10 orang. Tapi infonya hari ini bakal ada lagi yang melapor. Kami tunggu,” lanjutnya.

Sebelumnya Minggu (12/6), beberapa orang mendatangi mapolres untuk melapor. Korban atas nama Annisa Juita mengaku mengikuti arisan ini sejak Januari 2021. Dia rutin mentransfer uang senilai Rp3,5 juta per bulan. “Tapi pas giliran saya kena pada 3 Juni, uangnya tak kunjung diberikan,” katanya.

Korban mulai menelusuri dan baru menyadari arisan itu sedang bermasalah. Anggota arisan lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Mendatangi rumah MR, tapi zonk. Hingga akhirnya beralih mendatangi kantor polisi. Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, korban arisan ini berjumlah 39 orang. Kerugiannya bervariasi mulai Rp1,5 sampai Rp170 juta. (mal/fud)