Sejumlah harga bahan kebutuhan dapur masih tinggi. Salah satunya seperti cabai kering yang hingga (13/6) masih diharga Rp200 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai kering terjadi sejak satu bulan belakangan. Bahan dapur yang dipasok dari pulau Jawa ini meroket karena pasokan yang langka.

Hal ini dirasakan oleh sejumlah pedagang, Dewi (35) salah satunya. Pedagang sayur di Jalan Semanda, Banjarmasin Timur ini mengaku tidak berani menyetok cabai kering, padahal daya beli masih cukup tinggi. “Tidak berani jual karena harganya mahal. Sekalipun ada yang beli, untungnya sedikit sekali,” ucapnya.

Sebagai daerah dengan panganan khas nasi kuning dengan lauk bumbu masak merah, cabai kering menjadi bahan pokok yang sangat dibutuhkan. Harga cabai kering yang tinggi ini juga membuat pedagang bumbu pusing. Seperti yang dialami Idah (45), pedagang di pasar subuh Gudang Tengah. 

Idah membeberkan, penjualan bumbu-bumbu dasar mengalami penurunan. Sekalipun ia punya banyak langganan, penurunan daya beli tetap terasa. “Yang biasa beli lima kilo jadi tiga kilo saja sejak harga bahan pokok bumbu ini mahal,” bebernya.

Saat ini ia hanya mengandalkan penjualan eceran kemasan kecil. Meski untung tak seberapa, Idah bersyukur masih ada yang beli. “Ketimbang tak ada sama sekali,” tuntasnya.(tia/oza)