Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dijalankan tinggal menghitung hari. Namun, capaiannya tergolong rendah. Baru 24,45 persen. Seperti diketahui, 18 Mei lalu program itu dijalankan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin ditarget mengimunisasi 149.035 anak.

Artinya, capaian 24,45 persen itu bahkan belum mencakup setengah dari total yang ditargetkan. Padahal deadline-nya sampai 18 Juni mendatang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin M Ramadhan mengatakan, di sisa waktu pihaknya akan bekerja ekstra. Untuk bisa mengejar jumlah yang ditargetkan secara maksimal.

“Yang sudah ditargetkan dalam program imunisasi anak itu sebesar 95 persen,” ucapnya, Selasa (14/6) siang. Dituturkan Ramadhan, capaian program BIAN yang masih rendah itu dipicu karena masih ada orang tua siswa yang ragu untuk membawa anaknya berimunisasi.

Ia mencontohkan, seperti pada pelaksanaan imunisasi di sekolah. “Ketika disosialisasikan pada siswa, akan ada jadwal imunisasi. Malah ada sebagian orang tua yang sengaja membiarkan anaknya tidak datang ke sekolah,” jelasnya.

Padahal, tambah dia, program BIAN itu untuk melindungi dan membuat daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit. Tentunya sesuai Imunisasi yang diberikan. Untuk itu, ia berharap dukungan penuh orang tua untuk penyuntikan antibodi itu. Karena selain dijamin aman, juga untuk menjaga kesehatan anak di masa mendatang.

“Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif,” jelasnya. Disinggung bagaimana strategi percepatan imunisasi yang diterapkan pada program BIAN, Ramadhan tidak menyebutkan secara gamblang. Ia hanya mengatakan, terus bekerja sama atau merangkul instansi terkait.

“Misalnya melalui dukungan Tim Penggerak PKK, camat, lurah dan SKPD,” cetusnya. Lantas, apakah ada sanksi yang bakal dijatuhkan pada daerah, apabila target imunisasi yang dicanangkan tidak kunjung tercapai? Menjawab hal itu, Ramadhan mengatakan tak ada sanksi.

“Cuma sayang saja, bila kesempatan imunisasi dalam program BIAN itu tidak dimaksimalkan,” tekannya. (war)