Pasutri MR (26) dan IH (30) bandar arisan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ditetapkan tersangka. Mereka disangkakan pasal penipuan 378 dan penggelapan 372 KUHP. Ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Istri MR (26) sebagai pelaku utama dan sang suami ikut serta membantu dalam kejahatan,” kata Kasi Humas Polres HST, AKP Soebagiyo, Kamis (16/6). Alat bukti yang diamankan. Satu mobil, satu mesin cuci dan ada beberapa yang erat hubungannya dari hasil kejahatan. Untuk aset-aset tersangka lain masih dilakukan pendalaman. 

“Keduanya masih ditahan di Polres HST. Jika berkasnya sudah selesai akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” tambahnya.

Proses peralihan berkas akan dipercepat mengingat tersangka MR (26) satu-satunya tahanan perempuan di Polres HST. “Tahanannya dipisahkan dengan suaminya,” lanjutnya. Info yang dihimpun jumlah korban arisan bodong bertambah. Total nya 82 orang. Sedangkan dalam daftar yang ditulis tersangka MR baru 49 orang. Dari 49 korban kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih.

Untuk jumlah pelapor saat ini baru satu orang. Atas nama Annis Junita mewakili 35 anggota arisan lainnya. “Tapi tidak menutup kemungkinan bisa bertambah lagi,” bebernya. Salah satu korban Icha saat dihubungi menjelaskan ia melangami kerugian Rp51 juta. “Iya benar,” katanya singkat. Tapi dia belum melaporkan ke pihak polisi. “Masih diskusi dengan keluarga dulu,” pungkasnya. (mal)