Meski titik api masih jarang muncul, tiga kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sudah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tiga daerah itu Barito Kuala, Tapin, dan Kota Banjarbaru.

Kabid Kedaruratan pada BPBD Kalsel, Sahruddin mengatakan lantaran sudah tiga daerah yang berstatus siaga, Pemprov Kalsel juga menetapkan status siaga karhutla. Dia menyebut status siaga karhutla terhitung mulai kemarin (15/6) sampai 15 November 2022. “Selama menyandang status tersebut, BPBD Kalsel sudah siap untuk penanganan dan penanggulangan karhutla di Banua,” sebutnya. 

Persiapan yang sudah dilakukan dengan menyiagakan relawan pemadam api, pasukan pemadam kebakaran, kelompok masyarakat peduli api, dan sarana prasarananya. “Tanggal 28 Juni nanti, kami lakukan apel gabungan yang diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel,” terangnya.

Sahruddin menuturkan titik api sudah mulai terpantau di tiga kabupaten/kota yang sudah menetapkan status siaga karhutla. “Apabila dua sampai tiga hari hujan tidak turun di Barito Kuala, Tapin, dan Banjarbaru maka titik api langsung muncul,” sebutnya. Titik api mudah muncul karena Kalsel telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan rilis BMKG, musim kemarau tahun ini terjadi pada pertengahan Mei hingga akhir Juli. “Sedangkan puncak kemarau di bulan Agustus,” kata Sahruddin.

Risiko karhutla di Kalsel telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi jatah bantuan 20 helikopter untuk provinsi ini guna mengatasi karhutla yang terjadi setiap musim kemarau.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Mujiyat mengatakan helikopter yang akan dikirim 16 di antaranya heli water bombing. Empat lainnya heli patroli. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 16 heli. Tahun lalu hanya 12 heli water bombing dan 4 patroli.(ris/az/dye)