Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan siring Muara Kelayan kian memprihatinkan. Selain banyak sampah berserakan, ornamen bertuliskan TAMAN KELAYAN, kini menyisakan empat huruf saja. Persis seperti nama penyakit, AYAN. Seperti diketahui, penyakit Ayan sendiri terjadi ketika ada aktivitas di sel saraf di otak mengalami gangguan. Kemudian, mengakibatkan kejang.

Kembali ke persoalan RTH di Muara Kelayan itu. Rusaknya ornamen sebenarnya sudah terjadi sejak bulan Februari 2024 lalu. Saat itu, yang hilang hanya tiga huruf. Diantaranya huruf E, L dan huruf A. Mirisnya, hingga kini tak tampak adanya upaya perbaikan.

Salah seorang sumber anonim yang ditemui Radar Banjarmasin di lokasi itu menilai, rusaknya ornamen itu dikarenakan cuaca buruk. Angin kencang adalah salah satu penyebab. Membuat huruf-huruf yang dipasang dan disusun sebagai ornamen itu kemudian patah.

“Anak-anak yang sering bermain di lokasi taman biasanya kami tegur atau larang agar tidak dekat-dekat monumen tulisan itu. Supaya orang mengetahui, bahwa bukan warga yang merusak,” jelasnya. Kawasan Muara Kelayan sendiri mendapat bantuan program dari Kementerian PUPR sejak tahun 2020 hingga 2021. Berupa peningkatan kualitas permukiman kumuh agar layak huni.

Di lokasi itu, tidak hanya dibangun siring sungai dan rusunawa saja. Kini, juga terdapat RTH atau taman yang bisa dimanfaatkan warga. Didukung dengan fasilitas gazebo, lapangan mini futsal, dan lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Agus Suyatno, menyampaikan, aset yang dibangun kementerian itu hingga kini belum diserahterimakan ke Pemko Banjarmasin. “Jadi, kami belum mempunyai kewenangan apa-apa,” ucapnya. Lantas, bagaimana selanjutnya? Syukurlah, ada titik terang. Dalam waktu dekat, kerusakan segera diperbaiki. Hal ini diungkapkan staf teknis di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalsel, Wahyudi.

Dijelaskannya, material pengganti huruf yang hilang pada ornamen di RTH itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Apabila material datang, pemasangan akan langsung dilakukan. Kemudian, Wahyudi mengungkapkan, ornamen huruf yang dipasang masih berbahan akrilik. Tetapi, ditambah rangka besi. Agar lebih kuat.

“Sesuai kontrak, bahannya tetap akrilik. Tapi akan diberi penguat rangka besi untuk mengurangi tekanan agar tidak mudah pecah,” ucapnya. Penguatan rangka, tambah dia, dilakukan di bagian dalam ornamen huruf. Kalau di bagian luar, maka akan mengurangi estetika.

Menyinggung serah terima aset, Wahyudi menyatakan, dijadwal pada bulan Juni 2022 ini. “Diperbaiki dahulu, baru diserahterimakan. Kami berharap, masyarakat ikut menjaga dan memiliki. Termasuk, keindahan dan kebersihan kawasan,” pungkasnya. (war)