KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kalsel menaksir, pemilu serentak 2024 nanti bakal menyedot anggaran hingga Rp128 miliar. Maklum, bukan hanya pemilihan presiden dan wapres (pilpres). Sekaligus juga ada pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD (pileg). Termasuk pemilihan gubernur (pilgub). Selain mengharap bantuan pemprov dan pusat, Sekretaris KPU Kalsel, Basuki juga berharap banyak pada bantuan kabupaten dan kota. “Nanti ada sharing dana,” ujarnya (23/6).

Basuki juga belum bisa memastikan, berapa sokongan dari pusat. Sebab anggarannya masih disusun. Belum final. “Saat ini baru Rp1,3 miliar. Kami masih menunggu tambahannya,” sebutnya. Tapi dia yakin, soal anggaran tak perlu dikhawatirkan. Sebab, pemprov sudah “menabung” sejak tahun ini.

Kabarnya, selama tiga tahun, dari APBD disisihkan Rp100 miliar per tahun. Untuk KPU sangat aman. Yang belum aman untuk Bawaslu dan biaya pengamanan (kepolisian),” tukasnya.

Kebutuhan Bawaslu sendiri, jauh lebih kecil. Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kaspiyah menyebut kebutuhan Rp65 miliar. Belum termasuk jika terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Berkaca pada Pilkada 2019 lalu, PSU membutuhkan Rp5 miliar. “Kami berharap ada tambahan anggaran untuk berjaga-jaga jika terjadi PSU seperti pilgub lalu,” ungkapnya.

Soal tabungan Rp300 miliar untuk Pemilu 2024, telah dikonfirmasi Kepala Kesbangpol Kalsel, Heriansyah. Dia menegaskan, anggarannya sudah aman. “Sejak tahun ini, dianggarkan Rp100 miliar,” ujarnya.

Mantan Camat Banjarmasin Utara ini menjelaskan, dana hibah itu hanya untuk memenuhi keperluan pilgub. “Kalau yang lain-lain, sharing dari pemko dan pemkab serta pusat,” tutupnya. (mof/gr/fud)