Ratusan botol berisi minuman beralkohol (Minol) berbagai merek disita jajaran Satpol PP Banjarmasin dari empat lokasi warung makan, Kamis (23/6) siang.

Empat warung itu, Depot Ujung Pandang di Jalan Kolonel Sugiono, Depot Medan di Jalan Veteran, Depot Banjar di Jalan MT Haryono, dan di Depot Mister 88 di Jalan Pangeran Samudera.

Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Banjarmasin Hairudin mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran minol.

“Sekaligus ingin menekankan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penjualan Minol,” jelasnya, ketika diwawancarai usai operasi.

Ia menerangkan, setidaknya ada dua jenis pelanggaran yang ditemukan petugas di lapangan. Diantaranya berkaitan dengan izin jenis minol dan jam operasional penjualan.

 

“Untuk perizinan rata-rata penjual hanya memiliki golongan A. Yakni untuk kadar alkohol 5 persen,” ucapnya.

Kendati demikian, bukan berarti bisa tetap dijual dengan bebas. Untuk golongan A juga harus mengantongi Surat Keterangan Pengecer (SKP-A). “Sedangkan untuk golongan B untuk kadar alkohol 5 hingga 20 persen dan golongan C di atas 20 persen, yang kami temukan tidak ada izin,” ungkapnya.

Lalu, tambah dia, untuk golongan B dan C, harus mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

Selain soal perizinan, penjual minol juga diketahui melanggar jam operasional. Seharusnya, bagi pengecer yang menyediakan tempat makan, baru boleh beroperasi mulai pukul 21.00 hingga 24.00 WITA.

Sedangkan bagi pengecer biasa yang hanya menyediakan minol golongan A hanya dibolehkan beroperasi satu jam. Yakni dari pukul 23.00-24.00 WITA. “Tapi selama ini, mereka berdalih menjual makanan,” tekan Hairudin. 

Terpisah, salah seorang pegawai berinisial GRM, di depot yang berlokasi di Jalan Pangeran Samudera, mengaku hanya menjalankan arahan atasannya. “Saya tahunya cuma menjaga saja. Sesuai arahan atasan,” singkatnya.

Kembali ke Hairudin, ia menjelaskan bahwa seluruh minol hasil sitaan dari operasi itu diamankan ke markas Satpol PP Banjarmasin. Kemudian dilaporkan kepada pimpinan. “Untuk arahan selanjutnya ada pada pimpinan. Apakah bisa diambil kembali oleh pemilik dengan perjanjian atau dimusnahkan,” pungkasnya. (war)