Pandemi covid sudah melandai. Maka tidak ada lagi ASN Pemprov Kalsel yang boleh bekerja dari rumah. Semuanya harus kembali ke kantor.

Plt Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil mengatakan, ketetapan itu mengacu pada surat edaran Gubernur Kalsel nomor 065/00926/ORG tahun 2022 tentang work from office (WFO) 100 persen. “Surat edaran ini berlaku sejak 1 Juli. Tim reformasi birokrasi akan memantau dan mengevaluasinya,” ujarnya.

Selain penghapusan work from home (WFH), edaran itu juga meminta semua SKPD untuk kembali mengaktifkan absensi sidik jari. “Dan kembali apel setiap hari di kantor masing-masing pada jam 8 pagi,” tegas Subhan.

Edaran gubernur meneruskan imbauan presiden tentang pelonggaran pemakaian masker. Ditambah edaran Menteri PANRB tentang penyesuaian sistem kerja ASN selama masa pembatasan. “Juga mengingat sudah terkendalinya penyebaran covid. Serta meningkatkan kinerja dan disiplin ASN,” beber Subhan.

Sebenarnya, beberapa SKPD sudah lebih dulu menerapkan WFO 100 persen. Contoh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Kami sudah WFO sejak tiga bulan lalu,” kata Plt Kepala BKD Kalsel, Syamsir Rahman.

Alasannya, kasus covid yang terus menurun. Bekerja di kantor juga menurutnya sangat penting guna meningkatkan kinerja ASN. “Kalau WFH kurang maksimal,” beber Syamsir. Sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin juga mendukungnya. “Insyaallah sesuai aturan. Karena pada status PPKM level 1, boleh WFO 100 persen,” jelasnya.

Disebutkannya, total kasus aktif di Kalsel hanya tersisa 30 orang. “Rata-rata sehari cuma ada penambahan satu kasus. Jadi sangat terkendali,” pungkasnya. (ris/gr/fud)