Dua pekan menjelang hari raya kurban Iduladha, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalsel justru meluas. Antara tanggal 17 sampai 23 Juni saja, ada penambahan 30 kasus. Balai Veteriner Banjarbaru pun menyatakan status siaga. Hari ini (27/6), rencananya hendak digelar apel kesiagaan di kantor Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, drh Putut Eko Wibowo mengatakan, wabah PMK terdeteksi di sembilan kecamatan di tiga kabupaten. Yaitu Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU). Rinciannya, di Tala dengan 313 kasus. Tersebar di tujuh kecamatan. Lalu di HST dengan 30 kasus dan di HSU dengan empat kasus. Masing-masing satu kecamatan.

Mengacu data yang dirilis di laman Kementerian Pertanian per tanggal kemarin (26/6), hewan ternak yang positif PMK di Kalsel berjumlah 347 ekor.

Ketiganya kini sudah ditetapkan menjadi zona merah PMK. Kendati kasusnya meningkat, Eko yakin bisa diatasi. Sebab, Kalsel sudah mendapat alokasi 4.200 dosis vaksin PMK. “Sejak Sabtu (25/6), vaksin sudah mulai disebar dan disuntikkan ke wilayah-wilayah yang rentan terpapar PMK,” ujarnya.

“Penerima vaksin diutamakan bagi hewan ternak yang sehat di wilayah zona merah. Sebagian lagi untuk wilayah yang masih bebas kasus PMK,” tambahnya.

Ditekankannya, zona merah ini tidak berlaku menyeluruh sekabupaten. Hanya berlaku untuk kecamatannya saja.

Lantas, bagaimana dengan instruksi pusat untuk memusnahkan hewan ternak yang terpapar PMK? Eko mengaku masih menunggu juknis (petunjuk teknis) untuk pemusnahannya.

“Seperti apa kriteria hewan ternak yang harus dimusnahkan. Mungkin besok (hari ini) baru turun juknisnya,” jawabnya. “Termasuk besaran biaya yang harus diserahkan kepada pemilik ternak,” pungkasnya.

Pemerintah berencana memberikan ganti rugi pada hewan ternak yang dimusnahkan. Seperti yang diungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/6).

“Soal hewan yang dimusnahkan atau dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan gantinya,” kata Hartarto. Ganti ruginya sebesar Rp10 juta per ekor sapi. Ditambahkannya, presiden juga telah menyetujui pengadaan vaksin PMK. Sebanyak 29 juta dosis. Anggarannya diambil dari komite pemulihan pandemi covid kemarin. (war/gr/fud)