Pemerintah mewacanakan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dalam penjualan dan pembelian minyak goreng curah. Kalau tidak punya gawai atau aplikasi, maka harus menunjukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Seperti yang tertera di KTP. Wacana itu dilontarkan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Dan belum diterapkan di Kalimantan Selatan. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengatakan, kebijakan itu masih dalam tahap sosialisasi. “Nanti pelaku usaha harus mendaftar di program Simirah 2.0 yang dikelola Dinas Perindustrian,” ujarnya kemarin (26/6).

Melalui penjual atau pengecer yang terdaftar resmi di aplikasi Simirah 2.0, masyarakat dijamin bisa memperoleh migor curah dengan harga eceran tertinggi Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram. “Dimulai dari pelaku usaha. Bagi yang berminat menjadi distributor atau subdistributor bisa mendaftar. Agar bisa masuk dalam sistem Simirah,” tambahnya.

Mengomentari itu, pemilik Tahu Lestari Banjarbaru, Danny mengaku heran. Sebab, Peduli Lindungi sebelumnya dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan pandemi. Contoh sertitikat vaksinasi dan izin terbang. “Apa hubungannya PeduliLindungi dengan minyak goreng?” tanyanya.

Dia juga keberangan dengan pembatasan 10 liter. “Kebutuhan harian saya lebih dari itu. Harusnya ada kebijakan khusus untuk pelaku usaha kecil menengah,” ujarnya.

Bukan hanya pembeli, pedagang juga keberatan. “Untuk apa dibatas-batasi? Stok migor curah kan banyak,” kata Herlina, pemilik toko sembako Jaya Makmur di Pasar Banjarbaru. Jika dibatasi, dia kasihan dengan pedagang gorengan. “Sehari mereka memerlukan minyak 10 liter lebih,” sebutnya.

Sebelumnya, Luhut membeberkan, pembelian migor curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram (kg) atau sekitar 10,72 liter untuk satu NIK per hari. Penggunaan Peduli Lindungi atau NIK guna memudahkan pengawasan. Masa sosialisasi untuk kebijakan ini berlangsung selama dua pekan. Luhut menegaskan, tim gugus tugas khusus akan dibentuk untuk mengawalnya. Melayani pertanyaan maupun keluhan dari masyarakat. (ris/gr/fud)