Pemprov Kalsel memasang target ambisius untuk Pemilu 2024. Angka partisipasi pemilih ditarget mencapai 90 persen. Atau naik 11 persen dari target Pemilu 2019. Bagi Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Heriansyah target itu sebenarnya realistis. Pertama, pemilu serentak kali ini tidak hanya memilih wakil DPR, DPD dan DPRD. Tapi juga memilih presiden yang selalu menarik perhatian masyarakat.

Kedua, pada 2019 lalu, angka partisipasi pemilih Kalsel mencapai 79 persen. Tapi pada Pilgub 2020 malah anjlok. Hanya 64 persen. Heriansyah mengklaim, angka golput menjadi tinggi lantaran cuaca buruk yang mencegah pemilih mendatangi tempat pencoblosan.

Kala itu, dia ingat, hujan deras dan angin kencang bahkan membuat beberapa tenda pemungutan suara roboh. “Jadi target tersebut cukup realistis. Apalagi nanti juga ada pilpres,” ujarnya belum lama tadi.

Namun diakuinya, tanpa sosialisasi, target itu menjadi angan semata. Maka ia berharap KPU, Bawaslu dan parpol mengambil peran. “Media juga menjadi bagian penting di sini,” tambahnya. Keempat pihak harus itu harus mengambil peran dalam edukasi politik. Terutama menyasar pemilih pemula.

Diingatkannya, partisipasi pemilih yang tinggi merupakan hal positif bagi demokrasi. Semakin banyak yang mencoblos, semakin tinggi pula legitimasi pemenang pemilu. “Maka pemerintahan pun akan efektif dan bagus,” tukasnya. Dan faktor ketiga atau terakhir, pandemi yang kian melandai. Ini meningkatkan rasa aman bagi pemilih. “Yang lalu-lalu, pemilih takut ke luar rumah karena covid,” tutup Heri.

Terpisah, Ketua KPU Kalsel, Sarmuji juga yakin bisa menaikkan partisipasi pemilih. “Tanpa ada hambatan-hambatan, kami yakin partisipasi pemilih nanti bakal tinggi,” timpalnya. “Semoga nanti faktor cuaca juga turut mendukung,” sambungnya. (mof/gr/fud)