Tak terima dituduh mencuri, Suprianto (37), nekat menebas bosnya sendiri dengan parang. Aksi penganiayaan tersebut terjadi, Senin (6/6) sore sekitar pukul 17.30 Wita, di bengkel revarasi jok jalan Sutoyo S Banjarmasin Tengah, tempatnya bekerja.

Akibatnya, Said Muhammad Khaidar(23), warga Jalan Sutoyo S Gg Rahayu Rt 11 Rw 01, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, pemilik jasa revarasi jok, mengalami luka sabetan di perut dan di tangan. Kronologisnya, hari itu pelaku datang ke toko dalam keadaan mabuk. Ia juga membawa senjata tajam jenis parang yang diselipkan di balik jaket. 

Korban mencurigai jika karyawannya ini telah mencuri tiga lembar kulit jok motor. Said menanyakan kepadanya. Anto tak menjawab, hanya diam. Secara mengejutkan, tanpa basa-basi, ia mengeluarkan sajam dan menyerang sang bos.

Posisi terjepit, Said hanya bisa menangkis serangan pelaku dengan tangan hingga terluka. “Tebasan kedua mengenai perut. Setelah itu pelaku meninggalkan korban begitu saja sambil sempoyongan berjalan kaki. Ia juga mengeluarkan ancaman akan menghabisi nyawa korban,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra, Selasa(28/6).

Said tak tinggal diam. Meski terluka, ia tak membiarkan pelaku begitu saja berkeliaran. Dia lantas mendatangi markas Polsek Banjarmasin Tengah. Lapor jika dirinya telah dianiaya. “Selasa (28/6) dini hari sekitar pukul dua tadi, kami bekuk pelaku di Taman Kamboja,” ucap Gusti, mewakili Kapolsek Kompol Dodi Harianto.

Pelaku yang memiliki sapaan Anto Bakso ini mengakui kesalahannya. Dia emosi setelah dituduh mencuri tiga lembar kulit jok sepeda motor.

“Dia mengakui saat menganiaya dalam kondisi mabuk alkohol oplosan. Senjata tajam yang dia gunakan menganiaya telah dibuang ke Sungai Martapura, tak lama setelah kejadian,” beber Gusti. (lan)