Kabar rencana kenaikan tarif air leding sebesar 10 persen oleh PTAM Bandarmasih dinilai masih memberatkan pelanggan. Selain pelayanan masih belum maksimal, kenaikan tarif juga direncanakan di saat ekonomi warga masih dalam keadaan sulit. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II di DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, Selasa (28/6). Menurutnya, bila alasan kenaikan tarif lantaran untuk meningkatkan pelayanan, contohnya dengan melakukan perbaikan atau penggantian pipa, maka cukup dengan penyertaan modal. 

“Mengingat, saat ini sudah jelas. Kepemilikan saham PTAM Bandarmasih adalah Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel,” ucapnya.

Seperti diketahui, terkait permodalan, pemko memang akan memberikan. Nominalnya Rp 50 miliar. Skemanya diserahkan secara bertahap selama tiga tahun.

“Bila ditutupi dengan cara penyertaan modal dari pemko dan pemprov, PTAM Bandarmasih memiliki dana yang cukup besar,” tekannya.

Alhasil, menurut Awan, kebijakan yang ditempuh bukan dengan cara menaikkan tarif. “Kenaikan tarif itu nanti saja dilakukan. Saat kondisi ekonomi sudah nyaman dan normal,” sarannya. Apakah dewan ada rencana memanggil PTAM ? Terkait hal ini, Awan mengaku sudah mengagendakan pada bulan Juli 2022 mendatang.

Dijelaskan, ada sejumlah hal yang akan dibahas pada pertemuan itu. Diantaranya, terkait progres perbaikan pelayanan di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara. Lalu, meminta penjelasan seperti apa perencanaan bisnis PTAM Bandarmasih.

“Sehingga kami bisa memahami, berapa besar biaya perencanaan yang dianggarkan,” ucapnya.

Pada pertemuan itu nanti, tambah dia, tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga menanyakan rencana kenaikan tarif air leding.

“Kalau toh tetap terjadi kenaikan tarif, PTAM wajib terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kemudian di wilayah kurang baik, juga harus ditingkatkan dan dicarikan solusi,” pungkasnya. (war)