Hanya berselang lima jam setelah insiden maut di depan Cafe 88 di Jalan Sudirman Kabupaten Tapin, polisi berhasil meringkus pelakunya. Kafe itu berada di Kelurahan Rangda Malingkung Kecamatan Tapin Utara. Kejadiannya pada Sabtu (2/7) subuh, sekitar pukul 05.45 Wita.

Pelakunya baru berumur 23 tahun. Namanya Muhammad Daudi, akrab disapa Dadau. Dia warga Desa Banua Padang Kecamatan Bungur. Sedangkan korbannya adalah Amad, 28 tahun, warga Desa Parigi Kacil Kecamatan Bakarangan.

Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser melalui Kasat Reskrim AKP Haris Wicaksono mengungkap, pembunuhan ini berawal dari cekcok mulut keduanya di depan kafe. “D

Akibatnya, korban menderita luka tusuk di punggung sebelah kiri dan bawah ketiak kiri, luka robek di dada sebelah kiri, ditambah luka tusuk di dada.

“Sesudah kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit Datu Sanggul. Tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Sedangkan pelaku langsung kabur,” tuturnya. Setelah kejadian itu, Unit Resmob Polres Tapin langsung ke TKP untuk penyelidikan. Dibantu Unit Reskrim Polsek Tapin Utara.

“Tepat pukul 11.00 Wita atau lima jam lebih sedikit, pelaku diamankan di Desa Tirik Kecamatan Tapin Tengah. Tepat di belakang rumahnya,” tambahnya. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan berarti. Saat ini pelaku berada di mapolres untuk diinterogasi.

“Karena ini kasus pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, tersangka akan dikenakan Pasal 338 atau Pasal 351 ayat 3 KUHP,” sebutnya. Dadau malah mengeluarkan senjata tajam sejenis keris. Menusukkan ke tubuh korban hingga berkali-kali,” ujarnya (3/7). 

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah keris yang dibuat dari besi runcing. “Dan selembar kaus putih dengan noda darah,” pungkasnya. (dly/gr/fud)