Basarnas Banjarmasin mengevakuasi Muhammad Daeng Riboko yang terombang-ambing di Selat Makassar, (18/8) pagi. Saat ditemukan, pria 30 tahun itu mengapung di atas perahu rakit miliknya yang sudah terbalik. Kepala Unit Siaga SAR Batulicin, Deni Arizal mengatakan Daeng dalam kondisi lemas. Sebagian kulitnya lecet karena air laut.

Jam 12 siang, tim SAR gabungan tiba di Dermaga Pos Pol Airud Polda Kalsel. Selanjutnya korban dibawa menggunakan mobil ambulans ke Puskesmas Sebamban Baru.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad menyampaikan, tim menerima informasi pada Rabu (17/8) sekitar pukul 14.00 Wita dari Kapal Motor (KM) STB 14 dengan rute Morowali-Banjarmasin. 

“Mereka melaporkan telah menemukan korban terapung di laut dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Setelah mendapat laporan, dini hari Basarnas Banjarmasin melalui Unit Siaga SAR Batulicin memberangkatkan empat personel menuju titik intersep.

“Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan Airud Polda bergerak menuju titik dan membawa korban ke puskesmas,” ujarnya.

Lalu kenapa Daeng sampai terombang-ambing di laut? Al Amrad menuturkan, Daeng awalnya ingin menyeberangi lautan dari Makassar menuju Tarakan menggunakan perahu rakit. Jaraknya sekitar 900 kilometer. “Perahunya terbalik terkena ombak,” paparnya.

Daeng nekat menyeberangi lautan seorang diri karena ingin mencari pekerjaan di Tarakan. “Dari pengakuannya, dia sudah berada di laut selama sepuluh hari,” bebernya.

Sekarang Basarnas Banjarmasin kesulitan menghubungi keluarga Daeng karena ponselnya hilang ketika terseret ombak laut. (ris/gr/fud)