Menghadapi jalan lempang dan mulus, segerombol remaja nekat memacu kuda besinya. Terkadang nekat menanggalkan helm. Pemandangan itu mudah didapati di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Cempaka, Kota Banjarbaru. Saking lumrahnya, fenomena ini sudah beken di tengah warga Kota Idaman, terutama kawula muda. Bali namanya, akronim dari Balapan Liar. 

Jalan lebar di kawasan kantor gubernur ini dianggap sirkuit dadakan. Bermodal motor yang sudah dioprek-oprek di bengkel rekanan, mereka melesat.

Kemarin (19/8) petang, balapan liar ini akhirnya memakan korban. Seorang pelajar SMP yang masih berusia 14 tahun meregang nyawa.

Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Bina Praja Selatan. Melibatkan mobil Toyota Fortuner TRD Sportivo hitam nopol DA 1381 JK dengan sepeda motor Yamaha F 1 ZR nopol DA 3406 PX.

Motor bebek dua tak jadul berkelir putih merah ini hancur. Sementara bagian depan sebelah kiri mobil ringsek. Korban atas nama Raihan Putra Amirta. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. 

Udin, relawan Jon Fire Rescue Banjarbaru yang turut mengevakuasi korban menceritakan, Raihan masih bernapas saat dibawa. Meski sudah tak sadarkan diri.

“Sekitar 10 menit di IGD Rumah Sakit Idaman, masih bernapas. Setelahnya tidak tertolong. Dinyatakan meninggal dunia,” kata Udin kepada Radar Banjarmasin.

Soal luka, dia mengingat ada luka serius di kepala. Telinganya sudah mengeluarkan darah. “Sebenarnya ia sudah pakai helm, tapi sepertinya ada pendarahan di dalam,” sebutnya.

Soal kronologi, Polres Banjarbaru tak langsung merilis. Ada jeda sekitar enam jam dari waktu insiden.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Banjarbaru GM Angga Satrya Wibawa hanya mengatakan Unit Laka Lantas masih berada di TKP. Sembari membantu menderek Fortuner hitam tersebut.

Sumber anonim Radar Banjarmasin menceritakan, Raihan mengebut bersama teman-temannya. “Anak ini melawan arus, menabrak mobil di depannya. Saya melihat, ada juga kawan-kawannya kebut-kebutan. Ya balapan gitu lah,” ujarnya.

Kejadiannya begitu cepat. Namun ia ingat kalau ada sekelompok pemotor yang melawan arus. “Cuman si motor dua tak yang menabrak, yang lain tidak kena,” tambahnya. 

Terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusuma melalui Kasi Humas AKP Tajuddin Noor memberi penjelasan. Dia membenarkan, pemotor ini tak sendirian, berkelompok melawan arus.

“Sebelum kecelakaan lalu lintas terjadi, mobil Fortuner datang dari arah kantor Pengadilan Tinggi menuju Kebun Raya. Di TKP, datang dari arah berlawanan beberapa rombongan sepeda motor,” cerita Tajuddin.

Melihat itu, sopir mobil Aldi Darmawan Syaputra membunyikan klakson. Maksudnya agar mereka lekas menghindar.

“Dari keterangan (sopir), rombongan ini melaju dengan kecepatan tinggi, salah satunya adalah Raihan. Ketika diklakson, Raihan sedang menoleh ke kanan dan tidak memerhatikan di depannya,” bebernya.

Hanya berselang beberapa detik, tabrakan tak terelakkan. Raihan terlempar ke aspal. Sedangkan Aldi tak mengalami luka apapun.

Perihal isu balapan liar, Tajuddin tak mengiyakan, tak juga menyangkal. “Sedang didalami anggota. Termasuk niat atau tujuan dari almarhum datang ke area TKP untuk apa,” jawabnya diplomatis. (rvn/gr/fud)