Ada aturan penerbangan terbaru yang dikeluarkan pemerintah. Yakni, larangan terbang naik pesawat bagi yang baru vaksin 1 dan vaksin 2, dan tidak berlaku lagi PCR atau antigen, membuat agen travel di Kalsel kebingungan.

Pasalnya, banyak agen travel yang sudah mengeluarkan tiket pesanan penumpang yang baru vaksin 2 dan belum melakukan untuk vaksin booster, karena belum waktunya.

Diungkapkan Aisyah, owner Camesa Travel, aturan baru ini menjadi kendala bagi travelnya karena sudah banyak memesan tiket untuk penerbangan September ini. “Sangat menjadi kendala, karena ada tiket yang sudah terlanjur dipesan. 

Sementara, rata-rata pembeli tiket dari kami baru vaksin 2. Sementara, mau vaksin 3 atau booster masih belum saatnya,” akunya. 

“Sebelumnya, aturan tersebut masih masa transisi. Jadi, ada kebijaksanaan dan tetap bisa berangkat naik pesawat. Namun, sekarang sudah tidak bisa lagi, ini yang jadi kendala bagi para agen tiket dan travel,” akunya.

Ia pun berharap agar pemerintah meninjau ulang peraturan ini, dan membuat kebijakan yang lebih longgar dengan melihat kondisi di lapangan. “Kami merasa aturan ini merugikan masyarakat, agen travel, dan maskapai juga,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Hj Armistyani, owner Barito Perkasa Tour and Travel. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat dengan vaksin 1 dan 2 untuk terbang dinilai sangat memberatkan.

“Jarak vaksin 2 dan vaksin booster minimal enam bulan, jadi kasihan masyarakat yang baru vaksin 2 harus menunggu 6 bulan baru bisa terbang dan bepergian naik pesawat,” akunya. 

Ia pun berharap kebijakan ini bisa diperbaharui, minimal seperti kebijakan sebelumnya yang wajib menyertakan hasil tes PCR atau antigen. Sehingga, ada aturan alternatif untuk masyarakat supaya tetap bisa naik pesawat bagi yang sudah vaksin 1 dan vaksin 2.(sya)