Penyidikan kasus dengan tersangka Sayuti di Polres Hulu Sungai Tengah (HST) sudah selesai. Begitu berkasnya lengkap, kasus ini bakal segera disidangkan. Kakek 65 tahun itu ditangkap pada pertengahan Juli lalu setelah kepergok mencuri alis dan kelopak mata jenazah.

“Belum lengkap. Ada kelengkapan formil dan materil yang perlu dilengkapi penyidik,” kata Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri HST, Herlinda (30/8). 

Dia tidak menyebutkan secara gamblang apa saja kekurangan berkas yang dimaksud. Namun Kejari sudah memberikan petunjuk kepada penyidik soal bagian mana saja yang perlu dilengkapi. Karena keanehan dan keganjilannya, kasus ini sempat membuat warga Bumi Murakata resah. Sayuti datang melayat ke rumah duka tetangganya di Desa Benawa Tengah Kecamatan Barabai Kabupaten HST. 

Membaca Surah Yasin, begitu suasana sepi, Sayuti mengelurkan silet. Alis dan kelopak mata jenazah disilet. Hingga ia tertangkap basah oleh keluarga ahli waris dan dilaporkan ke kantor polisi.

Kepada penyidik, Sayuti merincikan cara penggunaannya. Kulit-kulit manusia itu dikeringkan dengan dijemur. Kemudian dibikin jimat. Saat bepergian keluar rumah, dibawa untuk melindungi dirinya.

Saat rumahnya digeledah, polisi menemukan puluhan pasang alis dan kelopak mata. Itu rupanya bukan aksi pertamanya.

“Pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan subsider 362 KUHP. Ancamannya tujuh tahun penjara,” terang Kasi Humas Polres HST, AKP Soebagiyo. Lalu, mengapa berkas dari penyidik sampai dikembalikan? Dijelaskannya, ada bagian yang tidak sinkron pada waktu kejadian perkara. “Sudah dilimpahkan,” ujarnya. (mal/gr/fud)