Briptu Mahesa Satrio W divonis satu tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, (30/8). Mahesa adalah suami dari Rizky Amelia, ratu arisan online yang lebih dulu divonis 2 tahun 6 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa secara sah terlibat kasus penipuan. Menjatuhkan hukuman penjara selama setahun,” kata ketua majelis hakim Heru Kuntjoro. Itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji. Yang menuntut terdakwa dihukum 1,5 tahun atau 18 bulan penjara. 

Sebab Mahesa didakwa dengan dua pasal berlapis. Yaitu Pasal 378 jo 55 KUHP yang diartikan pembantuan kasus penipuan serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan. 

Menyikapi putusan hakim, JPU pendamping Safiri mengungkap mereka belum mengambil sikap. “Kami memilih untuk pikir-pikir lebih dahulu mengenai putusan ini,” ujarnya. Berbeda dengan terdakwa yang menerima saja putusan itu. “Terdakwa memang menerima keputusan hakim, tetapi kami masih menimbang untuk banding,” tambahnya.

Terpisah, penasehat hukum terdakwa, Syahrani menyatakan, kliennya telah menerima putusan itu. “Klien saya menerimanya, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Andai kata terdakwa pikir-pikir, saya akan mengambil sikap. Masih bisa menelaah amar putusan,” terangnya. Mahesa adalah suami dari Rizky Amelia yang menjadi terdakwa utama kasus jual beli arisan online fiktif. Mahesa adalah anggota Polresta Banjarmasin, jadi Rizky seorang Bhayangkari. 

Bulan lalu, Rizky lebih dulu divonis. Pasangan ini tinggal di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Arisan itu beroperasi sejak tahun 2017, korbannya ratusan dengan taksiran kerugian mencapai Rp11 miliar. Peran Mahesa adalah ikut menikmati hasil penipuan dan penggelapan dari arisan bodong tersebut. Tanpa mencegah praktik arisan miliknya istrinya. (lan/gr/fud)