Sejumlah lokasi parkir liar dirazia Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Senin (29/8) malam. Dari tujuh lokasi yang ditarget untuk ditindak, petugas berhasil menggiring beberapa orang juru parkir (Jukir) liar.

Usai berkumpul di halaman Samsat II Kayu Tangi, operasi pertama dilakukan petugas di Kawai Kopi Jalan Adiyaksa Banjarmasin Utara. Di sana, petugas gabungan yang melibatkan Polisi Militer, Jatanras dan Unit Ranmor Satreskrim, serta Satlantas Polresta Banjarmasin, tak menemukan juru parkirnya.

“Tidak ada jukirnya. Kemungkinan dia tahu bakal akan ditindak, jadi memilihi kabur duluan. Sebab, kata pengelola, sebelum kami datang penjaga parkirnya ada,” ucap salah seorang petugas Dishub.

Tak mendapatkan hasil, petugas lalu menuju warung makan Tohir di Jalan Masjid Jami. Di sini, jukir sedang asyik menjaga kendaraan pengunjung warung. Dia tak bisa berkutik dan langsung digiring menuju mobil patroli. 

Penyisiran menuju kawasan Sultan Adam, depan Gedung Taekwondo. Di tempat ini petugas mendapati jukir yang sedang berjaga. Dari situ rencana menuju warung Ronde, tak jauh dari lokasi, namun warungnya tutup dan beralih menuju RM Taichan Benua Anyar, Banjarmasin Utara.

Lagi-lagi, jukirnya tak ditemukan. Sementara beberapa buah motor masih ada ditemukan. Penyisiran terakhir di Jalan Pangeran Hidayatullah dan Veteran, Kelurahan Pengambangan. Dari dua lokasi itu digiring 2 orang jukir ilegal.

“Ada empat orang yang kami amankan. Mereka kami data dan diminta untuk mengurus perizinan parkir, dan akan diproses tipiring,” ucap Kepala UPT Dinas Parkir Dishub Kota Banjarmasin, Hendra. Dijelaskan, berbicara parkir liar di Kota Banjarmasin, jumlahnya cukup banyak. Setidaknya ada 200 titik.

“Ini berdampak terjadinya kebocoran PAD. Kita secara bertahap melakukan penertiban. Pastinya ini juga berdampak bagi jukir liar,” tegasnya.

Ditambahkan Hendra, parkir liar memang tak terkendali. Justru itu, pihaknya berupaya mengeluarkan atribut penjaga parkir seperti rompi parkir.

“Jadi, beda dengan rompi sebelumnya yang bisa didapatkan atau dibeli dari luar. Nanti awal tahun 2023 akan di-launching dan kedua bukti bayar yang resmi berupa karcis dengan tujuan menekan kebocoran PAD. Serta mengendalikan kegiatan perparkiran di lapangan,” imbuhnya.(lan)