PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) resmi melakukan penyesuaian tarif sebesar 10 persen untuk seluruh pelanggan. Penyesuaian tarif itu berlaku sejak pemakaian bulan Agustus, untuk pembayaran September 2022. Kenaikan tarif dibagi dalam dua kategori, 0 hingga 10.000 liter kubik dan lebih dari 10.000 liter kubik.

Tarif yang diterapkan bervariasi. Contoh, Kelompok I dari Sosial Khusus 1 dan 2 hingga Rumah Tangga (RT) A1-1 dan A1-2. 

Penyesuaian tarif untuk pemakaian 0-10.000 liter kubik, paling rendah Rp1.133 dan paling tinggi Rp2.486. Sedangkan bila pemakaian 10.000 liter ke atas, paling rendah Rp3.883 dan paling tinggi Rp6.875.

Lalu, pada Kelompok 2 dari golongan Rumah Tangga A2-1 hingga A5, penyesuaian tarif untuk pemakaian 0-10.000 liter kubik, paling rendah Rp5.660 dan paling tinggi Rp11.790.

Sedangkan bila pemakaian 10.000 liter kubik ke atas, paling rendah Rp8.888 dan paling tinggi Rp16.091. Selanjutnya pada Kelompok III, yakni instansi pemerintah hingga industri besar. Penyesuaian tarif untuk pemakaian 0-10.000 liter kubik, paling rendah Rp6.897 dan paling tinggi Rp12.777.

Sementara, bila pemakaian 10.000 liter kubik ke atas, paling rendah Rp10.275 dan paling tinggi Rp21.362. Penyesuaian tarif juga berlaku bagi Kelompok IV atau Kelompok Khusus untuk layanan mobil tangki air. Dari mobil niaga, sosial hingga mobil tangki rumah tangga. 

Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Yuda Achmadi, menjelaskan, penyesuaian tarif sudah berdasarkan SK Gubernur Kalsel Nomor 118 tentang Tarif Atas dan Tarif Bawah.

Kemudian, sesuai dengan Peraturan Wali (Perwali) Kota Banjarmasin Nomor 99 Tahun 2022.

Seiring dengan adanya penyesuaian tarif itu sendiri, ia menjanjikan perbaikan pelayanan pelanggan PTAM Bandarmasih.

“Dari kenaikan tarif ini, akan kami investasikan untuk pelayanan pelanggan. Salah satu yang menjadi prioritas, ada di Kecamatan Banjarmasin Barat,” ungkapnya, Selasa (30/8) petang.

Lantas, apakah ada jaminan penyesuaian tarif itu bakal membuat pelayanan PTAM Bandarmasih lebih baik? Terkait itu, Yudha mengaku pihaknya berupa semaksimal mungkin. “Sebagai jaminan, manajemen berjanji meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia membeberkan tengah menggodok aturan untuk memberikan kompensasi bagi pelanggan. Misalnya mengalami kemacetan distribusi air leding.

“Entah dapat kompensasi, potongan atau lain sebagainya. Kami coba siapkan perangkatnya dahulu,” tutupnya. Terpisah, adanya penyesuaian tarif air leding ini disoroti Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah. Ia mengatakan, jajarannya belum sependapat dengan adanya penyesuaian tarif. Lebih-lebih, penyesuaian tarif terjadi pada saat kondisi perekonomian masyarakat yang masih lemah. Lantaran dua tahun dihantam pandemi Covid-19. 

“Tapi kami sadar, sekarang tidak ada lagi keharusan atau kewenangan meminta persetujuan DPRD Banjarmasin,” ucapnya, ketika dihubungi melalu sambungan telepon, Selasa (30/8).

Kendati demikian, bukan berarti tak ada yang ditekankan. Ia meminta PTAM Bandarmasih (Perseroda) bisa lebih meningkatkan pelayanan.

“Jangan ada lagi laporan masyarakat terkait pelayanan. Misalnya air yang diterima keruh,” ucapnya.

Pun demikian, dengan kualitas distribusi, lantaran hingga kini masih ada beberapa lokasi atau kawasan yang belum menerima air bersih atau masih sangat terbatas. “Pelayanan harus menjadi konsen PTAM Bandarmasih. Tentunya, agar bisa meyakinkan pelanggan untuk menuju pelayanan lebih baik,” tegasnya.

Sehingga, seimbang dengan kenaikan tarif pelanggan. Jangan sampai tarifnya naik, tapi pelayanan justru tidak ada perubahan.

Ke depan, ia berjanji akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PTAM Bandarmasih. Sekaligus sebagai bentuk evaluasi dari penerapan kebijakan penyesuaian tarif pelanggan.

“Idealnya, tiga bulan atau 100 hari penerapan kebijakan. Tapi akan tetap kami lihat situasi dan kondisi. Kalau memang diperlukan secepatnya, bisa saja kami lakukan pemanggilan,” tutupnya. (war)