Hujan deras sejak malam hingga pagi hari, menyebabkan beberapa desa di dua kecamatan di Kabupaten Tanah Laut kebanjiran. Di Kecamatan Jorong mencakup Desa Karang Rejo, Jorong, Asamasam dan Desa Simpang Empat Sungai Baru. Di Kecamatan Kintap meliputi Desa Pandan Sari, Kintapura, Kintap, Pasir Putih, Kintap Kecil, Bukit Mulia, Mekar Sari dan Desa Sungai Cuka. 

“Air naik dengan cepat. Mulai menggenang saat subuh,” kata salah seorang warga Kecamatan Jorong, Muhammad Dairani. Diceritakannya, ketinggian air bervariasi, dari semata kaki hingga selutut orang dewasa. “Sebagian warga mengungsi karena air mulai masuk ke rumah,” tambahnya. Tak hanya permukiman yang kebanjiran, Jalan Ahmad Yani di depan Desa Karang Rejo juga terendam. Air meluap ke badan jalan. 

Kapolsek Jorong Iptu Andik Ariyanto mengatakan, saking derasnya arus air, beberapa pesepeda motor sempat terseret. “Ada lima pengendara roda dua yang terseret karena nekat hendak menerobos,” kisahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa. “Empat motor sudah ditemukan, tinggal satu yang masih dicari,” lanjutnya. Namun, hanya beberapa jam saja. “Airnya sudah mulai surut, jalan sudah bisa dilewati,” tutup kapolsek. Saat berita ini ditulis, Camat Jorong Zainal Abidin mengatakan banjir sudah mulai surut. Terutama di Desa Karang Rejo dan Desa Simpang Empat Sungai Baru.

“Paling parah terjadi di Desa Asamasam karena berada di samping aliran sungai,” ujarnya. Di Desa Asamasam sembilan rukun tetangga terendam. Yakni RT 1, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12 dan RT 13. “Ada sekitar 310 kepala keluarga dan 281 rumah yang terdampak,” sebut Zainal. 

Untuk membantu korban banjir, aparat desa sudah membangun dapur umum. “Bantuan juga sudah berdatangan, baik dari pemda maupun perusahaan,” bebernya.

Sedangkan Camat Kintap Muhammad Alfan Rosidi Anwar menyatakan, di wilayahnya Desa Kintapura yang paling terdampak. Soal pengungsian, banyak warganya yang memilih menumpang tidur di rumah kerabat terdekat. Dapur umum dan posko kesehatan juga sudah didirikan. “Yang paling diperlukan adalah telur, mi instan dan beras,” ujar Alfan. (sal/gr/fud)