Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada hari ini (31/8) dibatalkan. Ditunda ke Rabu (1/9). Alasannya, utusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim berhalangan untuk hadir di Banjarmasin.

Siapa utusan itu? Ketua Senat ULM, Prof Hadin Muhjad pun mengaku tak mengetahui. Dia hanya mengungkap perihal penundaan.  “Ditunda satu hari. Saya dapat kabar, utusan menteri tak bisa hadir. Baru bisa datang hari Kamis,” beber Hadin (30/8).

“Informasinya, utusan menteri itu sedang ada kegiatan lain,” tambah dosen senior Fakultas Hukum tersebut. Namun, Hadin menegaskan, hari ini senat tetap akan menggelar rapat. “Kami tetap rapat untuk menetapkan hari pelaksanaan pemilihan, tak masalah,” jelasnya. Soal teknis pilrek, diterangkannya takkan jauh berbeda dengan pilkada. Senat dan utusan menteri akan menerima surat suara yang menerakan foto dan nama ketiga calon. “Tidak pakai tulis nama, tapi nyoblos,” ujarnya.

Pilrek kali ini terbilang ketat karena tak ada petahana, mengingat Prof Sutarto Hadi sudah habis dua periode.

Ketatnya persaingan antar calon terlihat dalam tahap penyaringan kemarin. Saat itu, Prof Achmad Alim Bachri mendapat 30 suara senat, tipis saja di atas Dr Achmad Syamsu Hidayat yang meraih 24 suara.

Sedangkan Prof Aminuddin Prahatama Putra hanya mengumpulkan 8 suara. Sedangkan sisa empat suara diperoleh Prof Yudi Firmanul Arifin, membuatnya tersingkir lebih awal. Namun, dalam aturannya, menteri memegang 35 persen suara. Atau nilainya setara dengan 36 suara anggota senat.

Yang menarik, Nadiem boleh-boleh saja memberikan suaranya secara tak mutlak kepada satu calon. Sebanyak 36 suara bisa dia bagikan merata kepada ketiga calon. Sebagai contoh, pada pilrek 2018 lalu. Kala itu komposisinya 31 suara menteri dan 58 suara senat. 

Singkat cerita, Sutarto unggul dengan 59 suara. Sementara pada tahap penyaringan, guru besar matematika itu sudah memperoleh 31 suara senat.Hitung-hitungannya, jika menteri memberikan suara mutlak kepada Sutarto, dia semestinya memperoleh 62 suara. Artinya, siapa yang akan memenangi pilrek ini, sangat tergantung kepada arah dukungan Nadiem. Ketiga calon sama-sama mengaku optimis. Berharap suara menteri mereka raih untuk dinobatkan sebagai orang nomor satu di kampus tertua di Kalimantan ini. “Semua memiliki peluang yang sama,” kata ketiga calon ini kompak. (mof/gr/fud)