Harga bahan pangan mulai merangkak naik, salah satunya tepung terigu. Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin, kemarin (31/8) harga tepung terigu eceran tembus Rp11 ribu per kilogram. Normalnya, tepung terigu eceran ini dijual berkisar antara Rp7500 sampai Rp8 ribu per kilogram.

Sementara itu, tepung terigu kemasan bermerek juga mengalami kenaikan. Dari harga semula berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram, kini menjadi Rp13.500 hingga Rp14 ribu per kilogram. “Betul, ada kenaikan harga tepung terigu eceran maupun kemasan sejak tiga bulan belakangan,” tutur Birhasani, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kalsel.

Ia menuturkan grafik kenaikan harga tepung terigu ini terjadi secara bertahap. Antara Rp500 hingga Rp1000 per kilogram setiap bulannya. Kenaikan harga tepung terigu terjadi sejak Juni lalu. Kenaikan harga tepung terigu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena negara importir terimbas perperangan.

“Rusia dan Ukraina menjadi negara importir gandum terbesar, peperangan sangat berimbas pada pasokan impor terigu ke Indonesia, termasuk ke Kalsel,” jelas Birhasani.

Peperangan ini menyebabkan pasokan terigu ke Indonesia berkurang. Sehingga, distribusi ke daerah otomatis turut menyusut. Alhasil, menyebabkan harga jual tepung terigu meningkat.

Selain itu, kenaikan harga tepung terigu juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Biaya transportasi impor ikut membengkak karena kenaikan harga minyak dunia. “Jadi, selain perang, distribusi pun terhambat lantaran kenaikan harga BBM dunia,” tambahnya.

Birhasani menuturkan, penurunan harga tepung terigu masih belum dapat diprediksi. Bahkan, ia memperkirakan harga tepung terigu tetap mengalami peningkatan secara bertahap. “Dalam waktu dekat, sepertinya harga tepung terigu tidak turun,” tuntasnya.(tia)