Kenaikan tarif BBM berimbas pada semua lini, terutama pada bahan pangan. Sejumlah bahan pangan di Banjarmasin mengalami kenaikan harga seiring kenaikan harga BBM. Salah satunya komoditas cabai merah besar. Setelah sebelumnya sempat turun, kini harga jual cabai besar perlahan-lahan naik. 

Hingga kemarin (9/9), harga cabai merah besar berada di harga Rp65 ribu per kilogram. “Harga cabai besar perlahan naik sejak empat hari belakangan,” ucap Dewi, salah seorang pedagang di Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. 

Ia menuturkan, sebelumnya harga sempat turun di harga Rp50 ribuan per kilogram untuk pembelian cabai besar secara partai. Kenaikan harga ini membuatnya harus putar otak. “Kemarin-kemarin saya masih berani jual Rp15 ribu per 250 gram untuk eceran. Kalau naik begini, harus saya hitung-hitung lagi,” ucapnya. 

Ia memprediksikan ketidakstabilan harga cabai besar ini akan berlangsung lama. Seiring dengan tingginya harga BBM. Sementara, cabai besar ini dipasok dari Jawa dan sejumlah wilayah di Kalsel yang otomatis memerlukan ongkos transportasi. “Kalau BBM semahal sekarang, otomatis biaya pengiriman meningkat dan berpengaruh pada harga jual. Semoga kondisi seperti ini tidak berlarut-larut,” harapnya.

Harapan serupa juga diungkapkan Riani, salah seorang pedagang di Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Cabai merah besar menjadi salah satu bahan pokok sambal untuk dagangannya. 

Ia mengaku khawatir, harga cabai dan sejumlah sayur-mayur melambung tinggi akibat naiknya tarif BBM. “Bahan-bahan pokok seperti telur dan tepung masih tinggi, semoga cabai dan sayur-mayur tidak naik terlampau tinggi,” tuntasnya.(tia)