Dua pekan menjadi buronan Polsek Banjarmasin Selatan, karena kasus penganiayaan, Hairani (32), warga Jalan 9 Oktober Kompleks Nusa Indah Gang 1 RT 22, Banjarmasin Selatan, dibekuk, Selasa (14/9) pagi.

Pria ini dilaporkan Heni Adelina (19), tetangganya. Ia telah menganiaya korban dengan senjata tajam. Akibatnya, kedua telapak tangan luka dan dijahit.

Latar belakang masalah terlalu sepele. Kamis (1/9) sore sekitar 16.30 Wita, alarm sepeda listrik milik korban terus berbunyi. Lalu, pelaku bersama istrinya mencoba untuk menegur. Korban tak merespons dengan baik.

Dia bahkan menyuarakan kalimat akan melaporkan ke polisi. Pelaku naik darah dan kembali ke rumah mengambil senjata tajam. Ia menyerang untuk membuat jera korban. Agar tak terlalu banyak mulut.

“Sebelum melukai korban, pelaku berucap tunggu kamu. Tak lama, ia datang dan langsung menyerang,” cerita Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Idit Iditya, Jumat (16/9).

Sempat dua pekan, kata Idit, pelaku buron. Usai menganiaya, ia kabur. Polisi memburunya ke beberapa tempat, namun tak membuahkan hasil.

“Kami tangkap dia bersama tim Resmob Polda Kalsel, dibantu Resmob Polres Tanbu, di Desa Manunggal, Jalan Karang Bintang Blok A, Kecamatan Karang Bintang,” ujarnya. (lan)+