Beberapa hari belakangan, gejala sakit seperti batuk, demam hingga nyeri sendi ramai dikeluhkan masyarakat. Mirip seperti terpapar covid. Namun, Dinas Kesehatan membantahnya.

“Karena angka kasus COVID-19 di Kalsel malah menurun,” klaim Juru Bicara Satgas Covid, M Muslim (16/9). Dia menyebut, kemarin saja data menunjukkan ada 19 orang yang dinyatakan sembuh. Dan hanya bertambah tujuh kasus positif baru. “Sebelumnya kasus covid di Kalsel berjumlah 102, hari ini (kemarin) turun menjadi 95 kasus,” bebernya.

Menurutnya, untuk menyatakan orang terpapar covid, harus dengan tes. Seperti hasil swab PCR. Hasilnya, akan tercatat di data satgas. 

Jadi tidak bisa dengan menduga-duga. “Buktinya, angka kasus di Kalsel turun, jadi tak bisa disimpulkan karena covid,” tegasnya.

Muslim menambahkan, gejala demikian sering terjadi saat perubahan musim. Di mana daya tahan tubuh setiap orang sangat mempengaruhi. “Banyak faktor, tak hanya karena corona. Bisa juga karena faktor lingkungan dan iklim,” lanjutnya. 

Sekali lagi Muslim menegaskan, untuk memastikan apakah terpapar covid atau tidak, harus dengan uji laboratorium.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin juga demikian. Gejala sakit yang saat ini banyak dirasa warga, memang karena faktor cuaca yang tak menentu.

Maka, tak ada hubungannya dengan pandemi. “Ini memang karena cuaca yang kurang bersahabat,” terangnya kemarin.

Di mana, kadang cuaca sangat terik, namun tiba-tiba turun hujan. Dengan iklim demikian, ketika imun tubuh kurang bagus, akan rentan terserang flu. “Saya kira kejadian ini sudah sejak lama saat perubahan cuaca. Bahkan sebelum corona ada,” sebut Diauddin.

Mantan Kadinkes Banjar ini mengimbau pada saat cuaca kurang bersahabat, agar masyarakat menjaga kondisi tubuh. “Seperti mengkonsumsi vitamin, menjaga kebersihan lingkungan dan berolahraga,” pesannya.

Keluhan flu, batuk dan pilek dikeluhkan Sukma, warga Jalan HKSN, Banjarmasin Utara sejak sepekan terakhir. Dia bahkan sempat merasa badannya panas dingin.

Tak berani memeriksakan diri apakah terpapar covid, dia hanya membeli obat di apotek. “Untungnya kalau makan masih terasa enak saja. Saya takut juga terkena covid,” ujarnya kemarin.

Tak hanya dia, istrinya pun mengalami gejala serupa. Sama dengan dirinya, hanya diberi obat dan istirahat, gejala pilek dan batuk pun mulai mereda. “Padahal saya dan istri sudah vaksin booster,” selorohnya. (mof/gr/fud)