Tiga fraksi di DPRD Kota Banjarmasin menyuarakan penolakan kenaikan tarif air leding saat rapat paripurna penyampaian pendapat saat pembahasan RAPBD 2023, Selasa (20/9) pagi.

Ketiga fraksi yang menyampaikan penolakan adalah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) oleh Afrizaldi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) oleh ALiansyah dan dari Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) M Isnaini. 

“Kenaikan tarif leding minta dipending,” kata Afrizaldi sebelum mengakhiri penyampaian fraksi dalam forum paripurna. Ia menjelaskan alasan meminta penundaan kenaikan tarif leding, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum normal, lantaran dilanda pandemi. 

“Ekonomi masyarakat saat ini belum pulih seutuhnya, apa-apa serba naik, BBM naik, bahan pokok naik,” ujarnya. 

Merespons suara dewan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, tampaknya juga punya pemikiran sama. Ia menyatakan sudah meminta kepada jajaran direksi PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih sebelum menaikkan untuk memperbaiki pelayanan terhadap pelanggan. Perusahaan harus bisa memberikan garansi terhadap masyarakat.

“Karena itu, kita jangan bicara naik tarif dulu, kalau pelayanan belum baik. Itu komitmen kami dengan direksi PTAM Bandarmasih,” sergahnya.

Jika bisa memberikan garansi untuk memberikan pelayanan terhadap pelanggan, Ketua Demokrat Kalsel ini berjanji akan memperjuangkan kenaikan tarif.

Ia yakin dengan meningkatnya pelayanan, penyesuaian tarif leding tidak akan mendapat penolakan dari masyarakat. Apalagi besarannya tetap sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Nomor 118. Isinya terkait tentang penetapan besaran tarif batas atas dan tarif batas bawah air minum. 

“Saya rasa rasa kita pahami bersama-sama, BBM sekarang naik, listrik naik, semua naik, mudahan ada perbaikan, aliran lancar, saya rasa masyarakat bisa memahami,” ujarnya.

Meski mendapat penolakan, Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Yuda Achmady, tampaknya tak bergeming. Selain sudah resmi awal September 2022, menurutnya, tingginya biaya operasional membuat pihaknya terpaksa harus mengeluarkan kebijakan itu.

“Dengan naiknya pajak, BBM dan bahan kimia, masyarakat menuntut kita untuk perbaikan, tapi bagaimana bisa mewujudkan, sedangkan kemampuan perusahaan terbatas. Jalan satu-satunya, menaikan tarif leding,” katanya. (gmp)