Selain lapangan Murjani. Taman Minggu Raya atau lebih akrab disapa warga dengan Taman Air Mancur juga banyak disambangi pengunjung. Terutama di akhir pekan.

Air mancur dengan ornamen intan ini memang cukup ikonik di wilayah jantung kota. Biasanya, banyak keluarga yang menikmati waktu lenggangnya di kawasan air mancur.

Namun akhir-akhir ini, sejumlah pengunjung menyoroti kondisi air mancur. Yang mana, salah satu yang begitu jadi atensi adalah keberadaan air mancur itu sendiri.

Menurut pengunjung, kondisi air mancur sekarang rupanya tak sekuat dulu. Sekarang hanya ada beberapa air mancur yang nyembur. Bahkan semburannya tak setinggi sebelumnya.

“Dari dulu ya area sini dikenal dengan air mancurnya kan. Bagus untuk foto-foto dan bersantai bareng keluarga. Nah sekarang saya lihat air mancurnya pendek ya, tidak sampai ke (ornamen) intannya,” kata Mutia, salah satu pengunjung.

Senada, Suwardi, salah satu pengunjung juga berharap bahwa air mancur bisa dikembalikan seperti sedia kala. Bahkan ia berharap jika air mancurnya bisa dengan gimmick menari-nari.

“Saya kan lumayan sering bawa anak kesini, nah seingat saya itu air mancurnya tinggi. Sekarang entah emang rusak atau memang di-setting seperti ini. Tapi lebih bagus yang tinggi (dulu), kelihatan ikoniknya,” ceritanya.

Memang dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan kemarin (20/11) malam. Semburan air mancur tak melesat ke bagian atas. Hanya muncul beberapa sentimeter di permukaan kolam.

Soal ini, rupanya menurut klaim Dinas Pertamanan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, jika air mancur tersebut memang akan diperbaiki. Diakui bahwa alat pompanya mengalami persoalan.

“Lagi (masa) pemeliharaan. Sudah direncanakan diperbaiki, cuman alatnya ini belum sampai. Jadi memang bakal dikerjakan (diperbaiki),” kata Kabid Sarana dan Utilitas Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Anwari Delmi.

Soal faktor kerusakan ini, Anwar mengaku jika dipengaruhi faktor usia. Maklum katanya bahwa alat pompa tersebut kemungkinan sudah cukup lama digunakan.

“Kalau pemeliharaan (diluar pompa) sudah rutin. Kalau alat itu kan pasti ada potensi rusak. Karena saya juga baru menjabat (Kabid), jadi mungkin ini alat sudah lama,” tambahnya.

Alat ini setahu Anwari memang baru kali ini rusak. Khususnya tatkala ia membawahi bidang yang berkaitan. “Selama saya menjabat ya ini baru rusak.”

Ditanya apakah ada dugaan dirusak sengaja oleh pengunjung? Anwari tak berani memastikan. Namun ia meyakini jika kerusakan ini memang murni karena faktor usia alat.

“Kita akan fokus ke perbaikannya dulu. Semoga dalam waktu dekat kita sudah menerima barangnya, sudah dipesan,” pungkasnya. (rvn/yn/bin)