Belum ada tanda-tanda, kapan rob bakal berakhir. Yang terdampak tidak hanya permukiman, tapi juga fasilitas pendidikan. Halaman SDN Pemurus Baru 3 masih tergenang air setinggi mata kaki orang dewasa, (1/12) siang. Hamparan batako yang menjadi alas halaman, terasa licin lantaran berlumut.

Siapa yang menyangka kondisi itu sudah berlangsung selama dua pekan. “Tak pernah kering,” ujar Tenaga Pendidik di SDN Pemurus Baru 3, Nurul Badariah, (1/12). Limpasan air tidak hanya memenuhi halaman SD yang terletak di Jalan Prona II, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu. Namun, juga menyasar hingga ke sejumlah ruang kelas.

Berdasarkan hasil pantauan Radar Banjarmasin, di ruang kelas, sisa-sisa genangan masih tampak di beberapa bagian. “Genangan terjadi sedari malam hingga pagi. Tingginya bisa sampai selutut orang dewasa,” ungkap Nurul. “Kalau siang hari, ya segini. Semata kaki,” tambahnya. 

Garis yang ditinggalkan bekas genangan air hampir menyentuh bagian bawah papan tulis. Bila diukur dari halaman sekolah, ketinggian genangan setidaknya setinggi paha orang dewasa.

Bila sudah seperti itu, Nurul menjelaskan pihaknya terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Diganti dengan pembelajaran jarak jauh alias PJJ. “Sabtu (26/11) lalu, sempat kami liburkan. Karena kondisi genangannya tinggi sekali,” ungkapnya. “Kami khawatir keamanan anak-anak,” tambahnya.

Nurul yakin apabila aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan, baik guru maupun siswa, tentu tak bisa fokus. “Tak ada yang bisa kami lakukan, selain berharap rob segera berlalu. Sementara ini, anak-anak maupun para guru yang ke sekolah terpaksa hanya mengenakan sendal,” ungkapnya.

Di SDN Sungai Bilu 3 genangan juga menyasar hingga ke ruang kelas. Semakin menambah kerusakan bangunan sekolah yang terbuat dari kayu itu. Halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Timur itu juga tak perlu ditanya lagi. Pasti terendam air. “Anak-anak maupun guru yang ke sekolah, saat ini juga mengenakan sendal,” ucap Kepala SDN Sungai Bilu 3, Eka Yuliwati.

Yuli menambahkan saat air sungai sedang pasang biasa saja, halaman sekolah juga terendam. “Halaman sekolah hampir tak pernah lagi digunakan untuk berkegiatan. Semoga saja ke depannya ada solusi,” harapnya, kemarin.

Mengingatkan pembaca, SDN Sungai Bilu 3 termasuk dalam jajaran 40 SD yang terdampak banjir pada tahun 2021 lalu. Persentase kerusakan di SD tersebut mencapai 80 persen.

Dari total sembilan ruang belajar, bisa dipakai hanya empat. Lima ruangan lainnya rusak. Plafonnya tampak ada yang bolong.

Proposal usulan perbaikan sudah pernah dilayangkan ke Disdik Banjarmasin sejak 2017 lalu. Namun tak kunjung mendapat tanggapan. “Memang pernah ada mendapat bantuan dari Disdik Banjarmasin Rp17 juta.

Tapi, bantuan itu tak bisa digunakan untuk perbaikan fisik,” jelas Yuli. “Kami sangat menginginkan adanya perbaikan fisik. Termasuk halaman sekolah juga bisa ditinggikan, dan diberi pagar,” tuntasnya.(war/az/dye)